Cara Membuat Kolam Bioflok Nila

Cara Membuat Kolam Bioflok Nila

Cara Membuat Kolam Bioflok Nila – Bioflok sendiri berasal dari kata bios yang artinya “kehidupan” dan flok “gumpalan”. Jadi bioflok adalah kumpulan dari berbagai organisme (bakteri, jamur, algae, protozoa, cacing dll), yang tergabung dalam gumpalan (floc) (Suprapto dan Legian, 2013). Bioflok dapat terbentuk jika ada 4 komponen yaitu sumber karbon, bahan organik dari sisa pakan dan kotoran ikan, bakteri pengurai dan ketersediaan oksigen.

Ketika bahan organik digabungkan dengan aerasi sehingga terlarut dalam kolom air, terjadi bioflok. Bakteri heterotrof aerobik, yang membutuhkan cukup oksigen, menempel pada partikel organik, menguraikan bahan organik (mengambil C-organik), dan kemudian menyerap mineral seperti ammonia, fosfat, dan nutrient lainnya dari air. Bakteri ini berkembang biak dengan baik, membentuk konsorsium, dan menyebabkan pembentukan flok.

ARTIKEL LAINNYA : Cara Membuat Hidroponik Diatas Kolam Ikan

Manfaat dan Keunggulan Budidaya Nila Bioflok
  1. Survival rate 90 %, ikan lebih tahan hidup.
  2. FCR 1,03, artinya untuk menghasilkan 1kg ikan butuh 1,03 Kg pakan. ini karena kotoran diubah lagi menjadi pakan. Teknik lain FCR mencapai 1,5.
  3. Tebarannya 100 ekor / M3 artinya hanya butuh lahan sempit untuk memulai budidaya ikan. Ini bisa 10 kali lipat dari kolam biasa.
  4. Lebih cepat besar
  5. waktu peliharaan singkat, hanya 4-6 bulan
  6. Tidak perlu repot sering ganti air
  7. Tidak bau karena kotoran ikan didaur ulang untuk jadi pakan oleh bakteri baik
  8. Hasil panen dan keuntungan lebih banyak.
  9. Hemat pakan, karena penyerapan pakan lebih baik.
  10. Hemat lahan, karena padat tebar lebih banyak dan membutuhkan cahaya matahari yang minim
  11. Limbah dan kotoran lebih sedikit, sehingga menjadi lebih ramah lingkungan.
  12. Kondisi air lebih sehat karena cukup oksigen, serta sisa pakan dan bahan organik lain dimanfaatkan sebagai hara pembentuk flok bakteri.

Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan

1. Pasokan Oksigen dan Listrik

Sebagian besar bioflok berkembang biak dalam sistem budidaya intensif, yang membutuhkan lebih banyak penebaran daripada sistem ekstensif. Selain menyebar, bioflok memanfaatkan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan plankton. Mikroorganisme dan komoditas budidaya dalam bioflok tentunya membutuhkan pasokan oksigen yang lebih besar, yang hanya dapat diberikan oleh blower atau kincir.

Sistem bioflok bergantung pada listrik selama 24 jam, sedangkan blower atau kincir membutuhkan listrik. Akibatnya, ikan akan mati lemas dalam beberapa jam jika listrik mati secara mendadak atau dalam jangka waktu yang lama.

2. Lokasi Budidaya
Karena mikroorganisme yang berfotosintesis membutuhkan cahaya matahari, bioflok tidak cocok digunakan di kolam indoor sepenuhnya karena mereka membutuhkan cahaya matahari. Oleh karena itu, lebih baik jika kolam indoor ternaungi dengan baik.

Scroll to Top