English EN Indonesian ID

Hal-Hal Tentang Struktur Dan Jenis Tanah

Dipublikasikan oleh Salsabila Yona Praweswary pada

Pengertian Struktur Tanah

Struktur Tanah adalah susunan dari fraksi-fraksi (pecahan-pecahan) pasir, liat dan debu yang terbentuk secara alami. Dibatasi oleh bidang-bidang dan berbeda pada setiap ukuran dan bentuknya. Fraksi-fraksi ini tersusun dan membentuk struktur tanah yang kemudian dapat mempengaruhi sifat-sifat tanah.

Beberapa Jenis Tanah Di Indonesia 

Di Indonesia banyak terdapat macam-macam jenis tanah yang beragam. Setiap jenis tanah mempunyai keunggulan dan kelemahan. Proses terbentuknya pun berbeda

1. Tanah Alluvial

Tanah alluvial adalah tanah yang berasal dari lumpur yang dibawa air sungai. Tanah ini adalah hasil erosi yang kemudian terendapkan bersama dengan lumpur sungai. Ciri dari tanah alluvial ini yaitu memiliki warna yang kelabu dan sifatnya subur.

Biasanya, tanah alluvial ditemukan di wilayah dataran rendah. Di Indonesia, tanah alluvial banyak ditemukan di wilayah timur Sumatera, Bagian utara Jawa, Kalimantan  bagian selatan dan tengah, bagian utara dan selatan Papua.

 

2. Tanah Vulkanis

Tanah vulkanis adalah tanah yang berasal dari abu gunung vulkanis atau material letusan gunung api yang sudah mengalami pelapukan. Tanah vulkanis mengandung banyak unsur hara sehingga sifatnya sangat subur.

Karena tergolong subur, tanah ini sering digunakan sebagai ladang pertanian. Tanah vulkanis banyak ditemukan di wilayah Jawa terutama Bandung dan Garut, Bali, dan Sumatera di sekitaran Danau Toba.

Tanah vulaknis dibagi menjadi dua kelompok, yakni tanah regosol dan latosol. Ciri tanah regosol adalah tanah vulkanis yang mempunyai butir kasar, berwarna gelap sampai kuning serta mengandung bahan organik yang sedikit.

Tanah regosol cocok untuk ditanami tanaman tembakau, palawija serta buah -buahan. Daerah yang banyak terdapat tanah regosol adalah di wilayah Sumatera, Jawa dan Nusa Tenggara.

Sedangkan tanah latosol adalah tanah vulkanis yang memiliki ciri khas dari warnanya yang merah hingga kuning dan mengandung bahan organik sedang dengan sifat yang asam. Tanah latosol cocok untuk ditanami tanaman padi, karet, kopi, kelapa dan palawija. Tanah latosol banyak terdapat di wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, Bali, Minahasa, Jawa dan Papua.

 

3. Tanah humus (bunga tanah)

Tanah humus adalah tanah yang muncul akibat tumbuh-tumbuhan yang membusuk. Berbagai tumbuhan yang membusuk ini membuat tanah humus mengandung unsur hara yang tinggi. Artinya, tanah ini pun bersifat sangat subur.

Tanah humus juga sering digolongkan dalam kategori tanah organosol atau yang berasal dari bahan organik. Hanya saja, pembusukan dari bahan organik ini terjadi secara sempurna sehingga sifatnya menjadi sangat subur.

 

4. Tanah organosol (tanah gambut)

Tanah organosol sering dikenal dengan sebutan tanah gambut. Tanah ini terbentuk dari proses pelapukan bahan -bahan organik, seperti dari sisa pembusukan tanaman rawa. Pembusukan bahan organik yang terjadi pada tanaman ini terjadi kurang sempurna karena selalu tergenang air.

Karena pembusukan kurang sempurna, tanah gambut cenderung bersifat asam hingga sangat asam. Karena selalu tergenang air, jenis tanah gambut ini kurang baik untuk pertanian. Tanah gambut banyak terdapat di daerah pasang surut, seperti di Papua bagian barat, Kalimantan Barat, Sumatra bagian timur, Jawa, pantai barat Sumatra, dan pantai Kalimantan Timur.

 

Sumber : https://portal-ilmu.com/jenis-tanah-di-indonesia/

Please rate this


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *