English EN Indonesian ID

Pembahasan Seputar Tsunami

Dipublikasikan oleh Salsabila Yona Praweswary pada

Apa Itu Tsunami?

Tsunami adalah gelombang air besar yang timbul akibat gangguan dari dasar laut. Kata Tsunami berasal dari bahasa jepang yaitu tsu yang berarti pelabuhan dan nami yang berarti gelombang. Nama ini diperkirakan berasal dari para nelayan di Jepang, yang mengamati bahwa kapal-kapal dan bangunan di pelabuhan rusak akibat fenomena ini sekalipun mereka tidak merasakan gelombang besar ketika berada di laut lepas.

Tsunami dapat mengakibatkan kerugian besar dan menimbulkan korban jiwa yang cukup banyak jika tidak disadari terjadinya.

 

Ilustrasi

 

Hal Yang Bisa Menyebabkan Tsunami

1. Gunung Berapi Bawah Laut yang Meletus

Letusan gunung berapi dahsyat juga salah satu faktor terjadinya tsunami. Gerakan impulsif yang dihasilkan mampu menggerakkan volume air yang besar dan menghasilkan gelombang tsunami di daerah sekitarnya.

Selain letusan gunung berapi, gelombang tsunami juga bisa timbul akibat ledakan phreatomagmatic (erupsi vulkanik yang dihasilkan dari interaksi antara magma dan air).

Contoh peristiwanya adalah Gunung Krakatau di Indonesia yang meletus pada 26 Agustus 1883. Letusan itu menghasilkan gelombang yang menghancurkan desa dan kota pesisir di sepanjang Selat Sunda kedua pulau Jawa dan Sumatra.

 

Baca juga :

Penyebab Tanah Longsor yang Kalian Harus Tau! Diantaranya Sering Terjadi!

Ini Yang Harus Dilakukan Ketika Terjadi Gempa!

 

2. Gempa Bumi yang berasal dari bawah laut

Gempa bumi adalah faktor terkuat yang memicu terjadinya tsunami. International Tsunami Infomation Center menyatakan, sebagian besar tsunami dihasilkan oleh gempa bumi dangkal dan besar di zona subduksi / tempat potongan kerak bumi yang saling menekan. Lebih dari 80 persen tsunami dunia terjadi di Pasifik di sepanjang zona subduksi Cincin Api.
Gesekan antara dua lempeng yang bergerak lambat di kerak bumi dan menciptakan energi seismik dalam jumlah besar yang dilepaskan dalam bentuk gempa bumi. Peristiwa itu akan memindahkan sejumlah besar air laut yang menjadi tsunami, menyebar ke segala arah dari pusat gempa.

 

 

3. Longsor yang terjadi dibawah laut

Dasar laut mempunyai stuktur yang mirip daratan. Terdapat bukit, lembah, dan cekungan yang bisa longsor sewaktu-waktu. Peristiwa ini bisa disebabkan dari ketidakstabilan lereng bawah laut, yang terkadang dipicu oleh gerakan tanah dari gempa yang kuat.

Tsunami yang diakibatkan oleh mekanisme non-seismik seperti tanah longsor ini biasanya cepat hilang dan jarang mempengaruhi garis pantai yang jauh dari wilayah sumber. Walaupun begitu, juga ada beberapa tsunami yang cukup besar diakibatkan oleh hal ini.

Tsunami yang terjadi di Palu pada September 2018 lalu, timbul setelah disebabkan oleh longsoran sedimen bawah laut akibat aktivitas tektonik. Kenaikan air laut saat itu menyapu daratan sejauh 3 kilometer dari bibir pantai.

 

4. Kegiatan Manusia

Tidak selalu disebabkan oleh faktor alam, tsunami juga dapat disebabkan oleh manusia. Sebagai contohnya yaitu uji coba nuklir yang mengenai daerah lautan. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya tsunami

 

Sumber :

kumparan.com/@kumparansains/hal-hal-penyebab-tsunami-gempa-bumi-erupsi-sampai-meteor-jatuh-1545535931623659442

 

Please rate this


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *