Longsor dan Geotekstil

Pengertian Tanah Longsor

Pengertian Tanah Longsor dan Penyebabnya – Di musim penghujan seperti sekarang ini pasti kita sering mendengar atau melihat di beberapa media berita tentang bencana alam di Indonesia, salah satunya adalah Tanah Longsor. Bencana alam yang belakangan ini sering terjadi khususnya di pulau jawa atau di sumatera. Namun apa yang di maksud dengan tanah longsor dan penyebab terjadinya tanah longsor dan bagaimana cara penanganannya? Agar para pembaca dapat lebih mudah memahami serta mendapatkan pengetahuan yang lebih mengenai Tanah Longsor, yukkk simak uraian lengkapnya dibawah ini.

A. Pengertian Tanah Longsor

Tanah Longsor adalah suatu peristiwa terjadinya pergerakan tanah, misalnya bebatuan yang jatuh atau berupa gumpalan besar tanah yang terlepas pada bagian utama perbukitan atau gunung. Biasanya Tanah Longsor terjadi pada daerah pegunungan, bukit, lereng yang curam, maupun tebing.

Tanah Longsor sendiri memiliki beberapa jenis longsor di antaranya seperti : longsoran translasi, longsoran rotasi, pergerakan blok, runtuhan batu, rayapan tanah, dan aliran bahan rombakan. Mengenai penjelasan pada setiap Jenis Tanah Longsor tersebut adalah sebagai berikut :

1. Tanah Longsor Translasi
Tanah longsor translasi adalah longsor yang terjadi karena adanya sebuah pergerakan massa tanah dan batuan pada bidang gelincir bermuka rata atau menggelombang landai. Jenis tanah longsor yang pertama ini sering terjadi di Indonesia.

2. Tanah Longsor Rotasi
Tanah Longsor Rotasi adalah tanah longsor rotasi. Longsoran rotasi merupakan pergerakan massa tanah dan batuan pada bidang gelincir yang berbentuk cekung. Jenis longsoran ini biasanya terjadi di area perbukitan atau pegunungan.

3. Tanah Longsor Blok (Pergerakan blok)
Pergerakan blok atau longsoran blok adalah jenis longsoran yang terjadi akibat dari perpindahan batuan yang bergerak pada bidang yang memiliki bentuk rata. Jenis longsor ini juga biasanya disebut dengan longsoran translasi blok batu.

4. Longsoran batu / Runtuhan Batu
Longsoran Batu adalah runtuhan batu yang sering terjadi didaerah pantai yang memiliki tebing. Longsoran batu ini terjadi karena adanya beberapa batu dan material batu yang jatuh kebawah dengan jumlah yang cukup banyak. Sehingga batuan yang tadinya diam akan ikut bergerak ke bawah.

5. Rayapan Tanah
Rayapan tanah adalah jenis longsor yang bergerak lambat. Jika dilihat biasanya jenis ini terjadi pada jenis tanah berupa butiran kasar dan halus. Jenis longsor ini jika terjadi cukup lama, akan bisa menyebabkan tiang listrik, pohon atau rumah rumah menjadi miring ke bawah. Tak jarang banyak juga pepohonan yang sampai ambruk.

6. Aliran Bahan Rombakan
Jenis longsor ini terjadi karena massa tanah yang bergerak didorong oleh air. Biasanya terjadi pada sepanjang lembah dan bisa mencapai hingga ratusan meter. Kecepatan longsor ini dipengaruhi oleh kemiringan tanah tersebut.

B. Penyebab Terjadinya Tanah Longsor

1. Erosi : disebabkan oleh berbagai sungai atau berupa gelombang laut sehingga menciptakan lereng-lereng curam.
2. Hujan lebat : yang menyebabkan kekuatan lereng menjadi melemah
3. Gempa Bumi : menciptakan suatu tekanan sehingga menyebabkan longsornya lereng-lereng yang lemah.
4. Penebangan pohon secara liar dan penambangan barang tambang berlebihan : yang menjadikan ketidakseimbangan pada lereng
5. Berat berlebihan pada lereng : biasanya banyak di bangun perumahan di atas lereng gunung

Sampai sini sudah pada tahu kan apa itu Tanah longsor, jenis-jenis, dan penyebab tanah longsor? Semoga pada paham yah…

Terus hubunganya dengan Geotekstil apa? Nah, mari kita bahas di sini.

Geotekstil

Geotekstil adalah teknik pelapisan tanah untuk mencegah longsor dan ambles. Untuk itu, digunakan lembar plastik atau polimer dari jenis poliester, polipropilen, atau polietilen. Lapisan plastik ini berfungsi mencegah kebocoran, mengalirkan air yang merembes ke dinding, dan mencegah kebocoran.
Teknik pelapisan yang diperkenalkan Inggris tahun 1960-an ini kemudian dikembangkan Jepang, terutama untuk meningkatkan kekuatan bahan. ”Bila yang lama hanya dapat menahan beban 1-2 ton, geotekstil yang baru dapat tahan sampai pembebanan 100 ton,” kata Hasimi Fukuoka, ahli bangunan sipil dari Jepang, dalam forum diskusi beberapa waktu lalu.

Dari faktor biaya, pelapisan dengan geotekstil 40 persen lebih murah dibandingkan dengan beton. Masa pengerjaannya dapat dua kali lebih cepat. Penggunaan polimer dapat mempertahankan bentuk alami sehingga tanggul di tepi sungai masih dapat ditanami rumput setelah pelapisan. ”Ini berbeda dengan tanggul beton yang keberadaannya menentang alam.

Penanggulangan bencana longsor perlu partisipasi semua pihak, termasuk masyarakat setempat. Warga yang tinggal di daerah rawan longsor perlu diberdayakan untuk mengenali gejala awal longsor dan aktif memantau di lapangan sehingga antisipasi dini bisa dilakukan.

Masyarakat lokal perlu dilatih untuk mengenali gejala awal terjadinya tanah longsor seperti adanya retakan tanah di kawasan lereng. Munculnya retakan di lereng biasanya sejajar arah tebing dan terjadi setelah hujan.
Gejala lain adalah munculnya mata air baru secara tiba-tiba. Pada tebing rapuh ditandai kerikil yang mulai berjatuhan. ”Bila ditemukan kerusakan itu, mereka perlu segera menutup dan memadatkan tanah,” kata Wisnu Widjaja dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (kompas.com/ humasristek)

Terus, apa hubungannya Longsor dengan Geotekstil? Jadi, Geotekstil itu bisa di bilang salah satu cara penanggulangan untuk mencegah longsor itu terjadi kembali.

Kenapa ? Sebelumnya sudah di jelaskan di atas yah, dari segi biaya untuk pelapisan menggunakan geotekstil 40% lebih murah di bandingkan dengan beton dan dari segi waktu pengerjaan geotekstil itu lebih cepat(Instalasi Cepat),dan isi materi dapat menggunakan sumber lokal.

Jadi, sudah pada tahu kan apa hubungannya Tanah Longsor dengan Geotekstil? Sekian, informasi dari saya semoga bermanfaat yah, Terima kasih juga buat yg sudah meluangkan waktunya untuk membaca artikel saya  yang tak seberapa ini .

Bencana Tanah Longsor

 

Contoh Geotekstile 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : http://titahlativia.blogspot.com/ https://www.ruangguru.co.id/pengertian-tanah-longsor-dan-penyebabnya/

 

Baca Juga : Penjelasan Tentang Geogrid Apa Perbedaan Geotextile Woven & Non Woven? Seputar Geotextile Woven

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *