Penggunaan Geomembrane Pada Produksi Garam

PAMEKASAN – Musim kemarau segera tiba. Petani garam mulai membenahi tambak. Pemerintah memprediksi cuaca bagus. Lahan garam di Pamekasan ditarget para petani garam akan memproduksi garam rakyat sebanyak 114 ribu ton.

Kasi Pengelolaan dan Pengenbangan Kawasan Budidaya Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan Muzanni mengakatan, lahan garam yang siap diproduksi seluas 913 hektare. Ditargetkan lahan itu mampu menghasilkan garam 125 ton per hektare.

Total keseluruhan produksi garam rakyat ditargetkan 114.125 ribu ton. Target produksi tersebut diyakini bisa tercapai karena cuaca diprediksi membaik. “Produksi garam sangat tergantung cuaca,” katanya kemarin (9/3).

Muzanni menyampaikan, selain bergantung pada cuaca, ada beberapa upaya yang dilakukan pemerintah. Salah satunya, melonggarkan penggunaan Geomembrane pada meja kristal garam.

Geomembrane dianggap sangan membantu peningkatan prodksi garam. Air tua yang masuk meja kristalisasi dengan bahan plasyik itu akan lebih cepat memadat dari pada meja tanah. “Kami terus sosialisasikan manfaat pengguanaan Geomembrane;” ujarnya.

Pemerintah tidak lagi memberi bantuan Geomembrane kepada petani. Tetapi hanya memberi pembinaan dan sosialisasi mengenai manfaat penggunaan bahan material Geosintetik yang berfungsi sebagai lapis kedap air itu.

Pemerintah juga melonggarkan pemanfaat lahan garam terintegrasi. Program tersebut diharap meningkatkan jumlah produk kandungan Natrium Clorida (NaCI) tersebut.

(mr/pen/hud/bas/JPR)

Sumber : https://maxprokurnia.co.id/product/geomembrane/ https://radarmadura.jawapos.com/read/2019/03/10/124125/target-produksi-garam-rakyat-114-ribu-ton

Baca juga : Geotextile Dijadikan Tempat Pemancingan Oleh Warga Pengaplikasian Pemasangan Menggunakan Geotextile Sejarah Sekilas Tentang Geomembrane

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *